Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan

Menhan Menerima Ketua Delegasi SASTIND People's Republic of China

Selasa, 27 November 2012
JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Selasa ( 27/11) menerima kunjungan ketua delegasi State Administration of Science, Technology and Industry for National Defence (SASTIND) People's Republic of China (PRC), Chen Qiufa, di Kantor Kemhan, Jakarta. 

Turut mendampingi Menhan, Dirjen Pothan, Pos. M. Hutabarat, Kabaranahan Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP dan Kapuskom Publik, Brigjen TNI Bambang Hartawan.




Sumber : DMC

Pendaratan Perdana Jet Tempur China Di Kapal Induk

Senin, 26 November 2012
BEIJING-(IDB) : China berhasil melakukan pendaratan pesawat tempur pertama di dok kapal induk mereka pada Minggu waktu setempat. Namun, para ahli memperkirakan, masih butuh beberapa tahun sampai kapal induk itu beroperasi penuh.

Diberitakan Reuters yang mengutip Xinhua, pendaratan berhasil dilakukan oleh pesawat tempur multi-fungsi generasi pertama J-15 di Lianing, kapal induk pertama China. Liaoning sebelumnya adalah bekas kapal induk peninggalan Uni Soviet yang diperbarukan.

J-15 dapat membawa rudal anti-kapal perang, udara-ke-udara, dan udara-ke-darat. Kemampuan J-15 setara dengan jet Su-33 Rusia dan F-18 Amerika Serikat. Tidak disebutkan dimana pendaratan itu dilakukan.

Menurut laporan People's Daily, Liaoning dapat memuat 30 pesawat J-15 dan mengangkut sekitar 2.000 kru kapal. Liaoning sendiri berhasil melakukan uji pelayaran pertamanya pada Agustus tahun lalu.

Dalam laporan penilaian kemampuan militer China oleh Pentagon, AS, walaupun China berhasil mendaratkan jet di kapal itu, namun masih perlu bertahun-tahun untuk megoperasikannya secara penuh.

"Masih perlu bertahun-tahun untuk China dalam mencapai kemampuan tempur, bahkan yang terminimal, untuk kapal induknya," tulis Pentagon.

Menurut perkiraan Pentagon, saat ini China tengah membuat kapal induk buatan mereka sendiri yang diprediksi siap berlayar pada 2015. "China akan membangun banyak kapal induk dan kapal pendukung lainnya dalam sepuluh tahun ke depan," tulis Pentagon.

Kapal induk baru dimiliki oleh angkatan laut Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris yang diluncurkan hampir seratus tahun lalu. AS adalah negara satu-satunya yang punya lebih dari satu kapal induk, yaitu 11 kapal.




Sumber : Vivanews

China Terobsesi Buat Kapal Induk Sendiri

Selasa, 20 November 2012
BEIJING-(IDB) : China State Shipbuilding, satu galangan kapal terbesar di China berharap negaranya bisa segera membuat sendiri kapal induk. Ambisi China menjadi kekuatan maritim besar dunia semakin nampak, apalagi klaim sepihak atas Laut China Selatan memerlukan dukungan arsenal laut secara masif. 

Harian China Daily, Selasa, melaporkan tentang seruan agar China menyeimbangkan pengaruh globalnya dengan peralatan militer baru setelah pada September lalu Beijing meresmikan kapal induk pertamanya, Liaoning, yang dibeli dari Ukraina.

Peresmian kapal induk itu dinilai sebagai capaian simbolik bagi peningkatakan kekuatan militer China di tengah kekhawatiran kawasan terkait kemunculan Beijing.

Hal itu juga memicu berbagai spekulasi terkait kapan China berkeinginan untuk membangun kapal induknya sendiri.

Direktur perusahaan pembuat kapal China State Shipbuilding, Hu Wenming, mengatakan perusahaannya siap untuk membangun markas pesawat tempur di tengah laut, seperti dilaporkan China Daily.

"Kita harus meningkatkan kemampuan senjata secara mandiri dan perlengkapan riset serta kapasitas produksi seiring pengaruh China di dunia, serta secara mandiri membangun kapal induk sendiri," katanya, kepada harian resmi milik pemerintah itu, di sela kongres Partai Komunis, yang berakhir pada akhir pekan lalu.

CSSC melepas Liaoning di pelabuhan timur laut Dalian, setelah dirombak selama satu dekade lamanya.

Menurut laporan media resmi pemerintah beberapa waktu lalu, kapal induk sepanjang 300 meter (990 kaki) itu bersiap untuk menjalani percobaan lepas landas dan melakukan perlayaran perdananya.

Kepala intelijen Taiwan sebelumnya pada awal tahun ini mengatakan bahwa China telah memutuskan untuk membangun dua kapal induk. Meskipun kabar tentang pengerjaan kapal yang dimaksud itu terus beredar, masih belum ada bukti tentang upaya mereka untuk membangun kapal induk di dalam negeri.

Setelah kongres pekan lalu, Partai Komunis China memperkenalkan pemimpin baru yaitu Wakil Presiden, Xi Jinping, yang akan menggantikan Hu sebagai presiden pada Maret tahun depan.
 
 
 
 
 
Sumber : Antara

China Unveils Yi Long UAV

Kamis, 15 November 2012
BEIJING-(IDB) : China has unveiled for the first time its Yi Long unmanned aerial vehicle (UAV) local media reported on Wednesday, which its makers claim is far cheaper than its Israeli and American analogs at less than $1 million.

The UAV, which was unveiled at the Air China aerospace show in Zhuhai on Tuesday, has been under development by the Chengdu aircraft-building institute since 2005, and made a first test-flight in 2008, and has only been previously shown in model form.

Yi Long can be used for military or civil tasks, the makers say, including geophysical or post-disaster survey work. The aircraft has a length of 9.34 meters, a wingspan of 14 meters and a mass of just over a ton. It has a ceiling of 5,300 meters and a range of 4,000 kilometers, with an endurance of up to 20 hours.

Pictures shown on Sky News show it has having a similar configuration to the US-made MQ-9 Reaper, with a pusher engine, V-tail, long-span straight wing, and fuselage shape configured for low radar cross-section. It was also shown armed with under-wing missiles, and an electro-optical sensor turret under the forward fuselage.

The Chinese say the UAV has “already successfully entered the international market,” but provided no further details.





Source : Defencetalk

Menhan Menerima Vice President CPIFA China

Senin, 12 November 2012

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Senin (12/11) menerima kunjungan Vice President of The Chinese People’s Institute of Foreign Affairs (CPIFA), Lu Shumin, di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. 

Pada kesempatan tersebut Menhan dan Lu Shumin berbincang mengenai bidang pendidikan militer. Turut mendampingi Menhan, Dirkersin Kemhan, Brigjen TNI Jan Pieter Ate M.Bus, dan Kapuskom Publik Kemhan, Kolonel Kav. Bambang Hartawan. 




Sumber : DMC

China Uji Coba Prototipe Pesawat Siluman Yang Terbaru J-31

Sabtu, 03 November 2012
BEIJING-(IDB) : China berhasil menguji coba model kedua dari pesawat silumannya. Uji coba itu menandai perkembangan teknologi penerbangan yang dimiliki oleh militer China. 

Pesawat siluman J-31 dilaporkan menjalankan uji cobanya dengan sukses. Uji coba dilaksanakan di sekitar wilayah Kota Shenyang. Ini adalah uji coba pesawat siluman China yang kedua setelah pada tahun lalu China mencoba prototipe pertamanya, pesawat J-20, yang juga berjalan dengan sukses.

Selain kemampuan siluman yang dimilikinya fitur-fitur lain yang dimiliki oleh kedua pesawat tersebut masih belum diketahui. Tanggal produksi massal pesawat itu pun masih menjadi misteri. Demikian, seperti diberitakan oleh cbsnews, Jumat (2/11/2012).

Pesawat J-20 dirancang untuk menjadi pesawat pencegat yang akan berhadapan dengan pesawat milik musuh di udara. Sedangkan Pesawat J – 31 adalah pesawat pembom yang bertujuan menghancurkan sasaran-sasaran yang berada di permukaan.

“Saya pikir ini merupakan perkembangan yang patut diperhatikan, tapi kita masih belum bisa menduga seberapa besar kemampuan yang dimiliki oleh pesawat tempur tersebut”, jelas Greg Wladron, seorang pengamat penerbangan.

Walaupun berkembang secara pesat, teknologi penerbangan China masih meghadapi beberapa kendala, diantaranya kendala teknis dan biaya. Pengamat penerbangan Ross Babbage mengatakan, sejauh ini, China masih menggunakan mesin buatan Rusia untuk suku cadang pesawatnya. Ross Babbage.




Sumber :  Okezone

Sekjen Kemhan Terima VP NDU PLA Republic of China

Minggu, 21 Oktober 2012
JAKARTA-(IDB) : Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Eris Herryanto, S.IP., M.A., Rabu (17/10) menerima kunjungan delegasi National Defence University People’s Liberation Army (NDU PLA) Republic of China yang dipimpin VP of NDU PLA Letjen Wang Yongsheng, di kantor Kemhan Jakarta. Sebelumnya delegasi NDU PLA China berkesempatan untuk mengunjungi UNHAN Indonesia dan melakukan berbagai pembicaraan terkait dengan kerjasama kedua perguruan tinggi tersebut.
 
Sekjen Kemhan menyatakan bahwa hubungan Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dengan NDU PLA China yang baru saja terjalin berjalan dengan baik. 

Hal tersebut ditandai dengan adanya kunjungan dosen dan mahasiswa/i UNHAN Indonesia ke NDU China beberapa waktu lalu untuk mengetahui lebih jauh tentang NDU China serta adanya program pertukaran perwira siswa dan civitas akademika antar kedua Perguruan Tinggi. “Akan ada banyak program dan kerjasama yang akan dilakukan UNHAN Indonesia dan NDU China di masa yang akan datang", ungkap Sekjen.

Sementara itu menanggapi hal tersebut, ketua delegasi China berkeyakinan bahwa di masa datang hubungan TNI dan PLA China akan semakin kuat dan baik lagi. Dikatakannya selepas dari mengikuti pendidikan, para lulusan NDU China akan menjadi pemimpin PLA di masa depan.




Sumber : Kemhan

Indonesia China Semakin Mantapkan Kerjasama Militer

Jumat, 19 Oktober 2012
JAKARTA-(IDB) : Duta besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan menegaskan hubungan militer dan pertahanan Indonesia dengan China semakin matang.

"Relatif intensifnya saling kunjung antara pejabat militer Indonesia dan China, pertukaran perwira siswa, latihan bersama dan pembelian sejumlah alat utama sistem senjata oleh TNI dari China menunjukkan makin matangnya hubungan militer kedua negara," katanya saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-67 TNI di Kedutaan Besar RI Beijing, Jumat.

Dubes Imron mengatakan dari waktu ke waktu TNI semakin tumbuh dan berkembang sebagai alat pertahanan negara yang makin profesional serta tangguh untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peningkatan profesionalisme dan ketangguhan TNI untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak terlepas dari reformasi internal yang telah dijalaninya hampir lebih dari satu dekade, ujarnya.

Meningkatnya profesionalisme TNI antara lain juga didukung melalui kerja sama dan diplomasi yang dijalinnya dengan sejumlah negara termasuk China, ungkap Imron.

"Kerja sama dan diplomasi sudah lama dijalankan TNI, salah satunya dengan bergabunhg sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian PBB atau Peace keeping Operation/PKO), yang juga mendapat apresiasi positif dari dunia internasional," tukasnya.

Terkait perkembangan lingkungan strategis yang dinamis, menuntut kerja sama dan diplomasi yang baik antara TNI dengan mitranya dari sejumlah negara, termasuk China dan Monglia untuk menjaga stabilitas kawasan.

"Stabilitas kawasan yang terjaga, dan situasi keamanan kawasan yang kondusif mau tidak mau akan sangat mendukung pembangunan nasional dan kawasan," tutur Dubes Imron.

Dubes mengatakan hubungan militer dan pertahanan RI-China yang semakin kokoh akan memperkokoh hubungan bilateral kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis yang disepakati pada April 2005.




Sumber : Antara
 

Gossip Selebrities Copyright © 2011-2012 Supported by: cara membuat blog | Powered by Blogger