Tampilkan postingan dengan label Roket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roket. Tampilkan semua postingan

Roket Hamas Kubur Mitos Keunggulan Iron Dome Israel

Senin, 19 November 2012

GAZA-(IDB) : Seorang anggota parlemen Iran mengatakan serangan balik balasan para pejuangPalestina terhadap Israel mampu menunjukkan kelemahan perisai rudal Iron Dome rezim Zionis.

"Serangan balik roket-roket muqawama menembus kota-kota penting Israel bisa dianggap sebagai respon tegas dan kategoris terhadap agresi rezim Zionis di Jalur Gaza," kata Hossein Sobhani Nia, Senin (19/11).


Roket-roket pejuang Palestina menembus kota-kota penting Israel  termasuk Eilat, Eshkol, Sha'ar Hanegev, Be'er Sheva, Gan Yavne, dan Ashkelon. Sementara itu, Jaringan listrik di Hofashkelon dihantam roket yang menyebabkan seluruh aliran listrik di kota tersebut terputus. Tidak hanya itu, roket-roket Palestina juga berhasil mencapai jantung Israel, Tel Aviv.

Rezim Zionis memerintahkan semua pusat pendidikan yang berjarak 40 kilometer dari Jalur Gaza ditutup pada hari Senin. Roket muqawama Palestina menyebabkan seluruh aktivitas di Universitas Ben Gurion di Beer Sheba dihentikan.
 
Media-media Israel sendiri melaporkan bahwa perisai rudal Iron Dome gagal untuk melindungi kota dari serangan roket Palestina. Dilaporkan, sejak Rabu lalu hanya sepertiga dari proyektil yang berhasil dicegat oleh Iron Dome Israel.
 
Roket muqawana menghantam helikopter, drone dan jet tempur Israel. Sayap militer Hamas menembakkan tiga roket 107 ke arah kapal tempur Israel.

Dinas intelijen Israel menyatakan bahwa Hamas memiliki lebih dari 10 ribu roket jarak menengah dan jauh.
 
Serangan roket muqawama Palestina menghantam gedung partai Kadima dan distrik Zionis. Serbuan roket pejuang Palestina juga menghantam area halaman gedung perwakilan rakyat Eshkol. Media-media Israel mengkonfirmasikan jatuhnya 5 roket muqawama Palestina jatuh di halaman gedung perwakilan rakyat Eshkol di selatan Israel.
 
Tembakan roket dari arah Gaza memicu ketakutan akut bagi warga Israel. Televisi Kanal 10 Israel melaporkan, bunker-bunker di Ashkalon penuh sesak, dan dibangun 20 bunker baru di kota ini menyusul berlanjutnya serangan roket muqawama ke selatan Israel.
 
Sejak 14 November hingga kini, militer Israel telah menyerang Jalur Gaza sebanyak 1.350 kali. Serangan Israel menyebabkan lebih dari 100 orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka, tremasuk anak-anak, bayi dan wanita.





Sumber : Irib

Satu Langkah Lagi Bagi RX-550 Lapan


 
ARC-(IDB) : Hingga kini Teknologi Roket merupakan salah satu teknologi sensitif yang sulit didapatkan dari pihak luar. Apalagi adanya rezim MTCR yang membatasi jarak jangkau dan muatan roket, membuat teknologi ini eksklusif hanya dimiliki oleh negara maju. 

Akan tetapi, berbagai kendala itu tidak menghalangi ambisi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk menciptakan Roket Peluncur Satelit (RPS), dimana wujud awal dari RPS itu berupa RX-550.

Dan kini para peneliti LAPAN tengah bergelut dengan proses pengisian Propelan (bahan bakar roket) ke dalam RX-550. 

Proses pengisian propelan ke dalam motor roket umumnya dilakukan dengan   dua   metode   yaitu  free   standing  dan  case   bonded.   

Pada   cara   pertama   propelan   dicetak   secara   terpisah   baru   kemudian   dimasukkan   ke   dalam   tabung   motor   roket.   Pada   cara   yang   kedua   propelan   langsung   dicetak   ke   dalam   tabung   motor   roket   sehingga   terpasang   secara   permanen.

Akan tetapi cara   yang   dilakukan   oleh   LAPAN   bukan salah satu dari dua cara tersebut, dimana propelan dicetak terpisah kemudian   dimasukkan   ke   dalam  tabung  motor roket. 

Celah   antara   tabung dengan   propelan   diisi dengan material liner yang sekaligus berfungsi untuk mengikat propelan secara   permanen. Metode     yang    dilakukan   LAPAN      ini  banyak   menimbulkan      masalah   terutama untuk motor roket yang berukuran besar . Seperti bahaya saat memotorng   propelan, resiko cacat sambungan propelan, kurang presisi dan waktu pengerjaan   yang   lama.

Oleh   karena   itu   LAPAN perlu   menguasai metode  case   bonded  pada   proses   pembuatan propelan. 

Propelan yang dicetak   dengan cara ini akan mempunyai      panjang terbatas karena sulit untuk mencabut mandrel. Untuk membuat motor roket yang berdiameter besar dan panjang secara case bonded maka harus dibuat    menggunakan motor    roket  segmented.

Fokus   dari   kegiatan   adalah melakukan penelitian untuk pembuatan propelan padat berdiameter 550 mm , agar    dapat    diperolah   propelan    yang    bebas    cacat   seperti   porous    dan   retak.   

Selanjutnya akan dibuat prototipe unit segmented rocket motor yang menggunakan   propelan   D550   yang   dibuat   secara  case   bonded. 


Kegiatan   dibagi   ke   dalam   beberapa   tahap   yaitu:   perancangan   prototipe   unit  motor  roket  segmented,       pembuatan      peralatan    casting   propelan,    proses  pembuatan  propelan   dan   uji   properties   serta   pembuatan   prototipe   unit   segmented   rocket   motor.

Hasilnya, telah   diperoleh   rancangan   unit segmented   rocket   motor   diameter   550 mm,   insulasi   termal   yang  telah   dipasang pada   tabung   motor   roket, peralatan casting propelan, serta hasil uji properties propelan. 

Dengan diperolehnya metode pembuatan propelan D 550 case bonded untuk  membuat unit  motor   roket  segmented, maka   akan dapat   diwujudkan   pembuatan   motor   roket RX   550   yang    dibuat   secara   case bonded.    Namun      demikian    perlu  terlebih dahulu harus dikuasai teknik penyambungan motor roket pada motor roket   segmented.






Sumber : ARC

Roket Hamas Uji Kehandalan Iron Dome Israel

Sabtu, 17 November 2012
Peluncur rudal Fajr-5 milik Iran yang digunakan Hamas Palestina menyerang kota-kota di Israel
TEL AVIV -(IDB) : Pertempuran antara Israel dengan pejuang Palestina yang dimulai sejak Rabu 14 November lalu, menjadi ujian bagi sistem pertahanan anti rudal yang dimiliki Negara Yahudi itu. Pihak Palestina meluncurkan ratusan roket sebagai balasan atas serangan udara yang dilakukan Israel ke wilayah Jalur Gaza.

"Sistem pertahanan yang diberi nama ”Iron Dome” itu berhasil menangkal 90 persen roket yang diluncurkan oleh Hamas ke wilayah-wilayah Israel yang padat penduduk," pernyatan militer Israel, seperti dikutip the Washington Post, Sabtu (17/11/2012).

Namun sistem pertahanan tersebut tidak mampu mencegah serangan roket Hamas yang diarahkan ke dua kota terbesar Israel, Yerusalem dan Tel Aviv. Selama ini Hamas hanya menyerang wilayah selatan Israel yang berjarak dekat dengan Jalur Gaza sehingga Iron Dome difokuskan untuk menjaga wilayah tersebut.
Serangan terhadap Tel Aviv dan Yerusalem menunjukkan bahwa saat ini Hamas memiliki kemampuan untuk melakukan serangan roket jarak jauh. Hamas sebelumnya menyatakan bahwa mereka telah mengembangkan roket jarak jauh yang dinamakan M-75.

Namun Hamas belum pernah menggunakan roket tersebut sampai dengan serangan ke Yerusalem kemarin. Hamas juga dilaporkan memiliki roket jarak jauh Fajr-5 buatan Iran yang digunakan untuk serangannya ke Tel Aviv.

“Ketika kami merencanakan serangan ke Gaza, kami telah mengetahui kemampuan serangan jarak jauh yang dimiliki Hamas. Selama ini kami tahu mereka memiliki jarak jauh, hanya saja baru kali ini mereka memutuskan untuk menggunakannya," ujar salah satu pejabat senior Departemen Pertahanan Israel.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS) Michael Oren berusaha meredakan kekhawatiran tentang kemampuan serangan jarak jauh Hamas. “Saya kira mereka tidak memiliki roket jarak jauh dalam jumlah banyak. Tidak ada korban yang ditimbulkan oleh roket jarak jauh itu, hal ini lebih kepada isu psikologis," ujar Oren dalam konferensi pers di Washington.






Sumber : Okezone

Indonesia Brazil Tandatangani MoU ToT MLRS Astros

Kamis, 08 November 2012
JAKARTA-(IDB) : Di hari kedua penyelenggaraan Indo Defence 2012, Kamis (8/11) di Stand Pameran Kementerian Pertahanan RI dilaksanakan penandatanganan MoU kerjasama Transfer of Technology (ToT) dengan Pemerintah Brasil dan Pemerintah Jerman.
 
MoU pertama yang ditandatangani yakni ToT dalam rangka pengadaan Multi Launcher Rokcet System atau sistem peluncur roket jarak jauh dengan perusahaan Avibras Industria Aeroespacial Brazil. Technologi tersebut nantinya akan diberikan kepada pihak LAPAN, PT. Pindad, PT DI dan Bengpuspal TNI AD. Penandatanganan dilakukan oleh Kabaranahan Kemhan RI Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP dengan President Avibras Industria Aeroespacial Brasil Sami Josef Hassuani. MoU kerjasama ini merupakan implmentasi didalam proses Transfer Technologi dalam pembelian dari produk roket.

Sementara itu penandatanganan dengan pemerintah Jerman khususnya Rheinmetall AG Jerman terdapat dua bentuk, pertama, dalam hal pengadaan Medium Battle Tank untuk ukuran 30 ton dan Main Battle Tank (MBT) Leopard ukuran 60 ton serta tank pendukungnya. Kedua adalah MoU pelaksanaan ToT yang akan diberikan kepada PT. Pindad, Bengpuspal Ditpalad dan Bengpushub Dithubad.

Penandatanganan MoU yang dilakukan dengan Jerman tersebut merupakan langkah awal untuk hubungan yang lebih lama khususnya pengadaan Tank jenis MBT Leopard. Pemerintah Indonesia menginginkan jumlah MBT Leopard sekitar 2 Batalion Satuan, setingkat Leopard untuk Kavaleri TNI Angkatan Darat.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Kabaranahan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP dengan Direktur Rheinmetall AG Jerman, Herald Westernman.




Sumber : DMC
 

Gossip Selebrities Copyright © 2011-2012 Supported by: cara membuat blog | Powered by Blogger