Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan

Armada Kapal Perang Rusia Merapat Ke Gaza

Senin, 26 November 2012
GAZA-(IDB) : Kapal perang Rusia telah berlabuh di perairan timur Laut Mediterania untuk bersiap mengevakuasi warga Rusia jika konflik di Gaza semakin meningkat.Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Minggu, (25/11), seorang komandan angkatan laut Rusia mengungkapkan pernyataan itu kepada stasiun radio The Voice of Russia.

"Untuk mengevakuasi warga Rusia lantaran meningkatnya konflik antara Palestina dan Israel, pasukan angkatan laut Rusia sudah menyiapkan kapal patroli Smetliviy, armada kapal Novocherkassk dan Saratov, termasuk kapal tanker besar Ivan Bubnov," kata juru bicara Angkatan Laut Russia tersebut.

Dia juga mengatakan pasukan angkatan laut tetap rutin berlatih perang dan merawat persenjataan serta perlengkapan selama menjalani persiapan ini.

Pasukan Israel Jumat lalu menembaki warga Gaza yang sedang menuju pagar perbatasan. Peristiwa itu menewaskan satu warga Palestina selepas gencatan senjata antara Hamas dan pasukan Israel disepakati.

Kesepakatan gencatan senjata menyebutkan Israel harus menghentikan serangan udara ke Gaza dan pejuang Hamas juga menghentikan peluncuran roket ke Israel.

Pengamat Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Riyad Mansour menyurati Dewan Keamanan PBB dengan mengatakan kondisi Gaza saat ini masih rawan dan aksi Israel itu telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Perang delapan hari antara militer Israel dengan Hamas di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 150 orang tewas dan hampir seribu lainnya luka. Sedangkan di pihak israel hanya empat orang meninggal dan lebih dari 80 lainnya cedera.





Sumber : Merdeka

Dua Kapal Perang TLDM Sandar Di Tanjung Priok

Senin, 19 November 2012
JAKARTA-(IDB) : Dua kapal perang milik Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) yakni KD Mahawangsa-1504 dan KD Selangor-176 merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/11). Kedatangan dua kapal tersebut, dalam rangka mengikuti latihan bersama antara Malaysia dan Indonesia dengan melibatkan angkatan laut masing-masing negara dengan sandi Latihan Bersama (Latma) Malindo Jaya 22AB/12.
Kapal perang jenis pendukung dan patroli lepas pantai milik TLDM tersebut nantinya akan bergabung dengan kapal perang milik TNI AL di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yakni KRI Lemadang-632 dan KRI Clurit-641.

Menurut informasi yang diperoleh dari situs resmi Koarmabar, kapal-kapal perang kedua negara tersebut akan mengadakan latihan bersama selama empat hari di Perairan Teluk Jakarta dan Laut Jawa, dalam rangka meningkatkan profesionalisme masing-masing angkatan laut dalam penanganan tindak pidana yang terjadi di laut masing-masing negara di Selat Malaka.


Kedatangan kedua kapal perang TLDM tersebut disambut Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar Kolonel Laut (P) David Santoso selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan bersama Malindo Jaya 22AB/12.





Sumber : Itoday

Dua KRI Merapat Di Singapura Guna Laksanakan Exercise Eagle

Selasa, 13 November 2012
SINGAPURA-(IDB) : Dua kapal perang Republik Indonesia (KRI ) merapat di dermaga Angkatan Laut Singapura dalam rangka kegiatan Exercise Eagle 22/2012 di Cangi Naval Base (CNB) Singapura, Senin (12/11)

Kapal perang jenis Sigma KRI Frans Kaisiepo-368 dan jenis kapal cepat Fast Patrol Boat (FPB) 57 KRI Lemadang-632 berada di Singapura dalam rangka tindak lanjut kegiatan latihan bersama ke dua Angkatan laut yang dipusatkan di pangkalan Angkalat laut Singapura yang dikenal dengan Cangi Naval Base (CNB).

Kegiatan bersama yang dilaksanakan angkatan laut ke dua negara dilaksnakan tahap kaji ulang melibatkan para perwira peserta latihan dan membahsa secara keseluruhan berbagai serial latihan bersama yang digelar selama manuver lapangan sejak berangkat dari Jakarta sampai dengan Singapura.

Selama berada di Cangi Naval Base Singapura, personel Gugus Tugas TNI AL dalam Exercise Eagle 22/2012 dengan komandan Satuan Gugus Tugas TNI AL Letkol Laut (P) I .G.P Aswan Candra yang sehari-hari menjabat Wakil Komandan Komando Latihan Komando Armada RI kawasan Barat (Wadan Kolat Koarmabar ) melaksanakan kegiatan lanjutan Exercise Eagle 22/2012 yang diikuti oleh personel ke dua agkatan laut .

Kegiatan yang dilaksnakan antara lain kunjungan ke kapal perang, pertemuan dan diskusi bersama perwira KRI dengan perwira Squadron 185 RSAF serta pembahasaan yangg berkaitan dengan dokumen kegiatan latihan bersama yang melibatkan angkatan laut Indonesia dan Singapura. Selain itu di KRI Frans Kaisiepo-368 melaksanakan resepsi (Coctail Party) di KRI Frans Kaisiepo-368 di Cangi Naval Base Singapura




Sumber : Koarmabar

BUMN Bentuk Konsorsium Kembangkan Kapal Perang

Jumat, 09 November 2012
JAKARTA-(IDB) : PT Pindad (Persero) bersinergi dengan BUMN strategis lainnya untuk mengembangkan kapal (laut) tempur. BUMN alat utama sistem persenjataan (alutsista) menggandeng PT PAL (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) dan PT INTI (Persero).

Kerjasama ini dilakukan untuk menumbuhkan sebuah bisnis yang menguntungkan, sebagai upaya meningkatkan kerjasama atar BUMN.

"Seperti membuat kapal tempur, kita sinergi dengan PT PAL untuk kapalnya. Untuk bodinya biarlah bahannya Krakatau Steel yang memegang dan desainnya PT INTI. Peralatan perangnya tentu dari Pindad. Jadi sinergi ini menguntungkan BUMN lain," kata Staf ahli PT Pindad (persero) Teguh kepada detikFinance di JIExpo Kemayoran Jakarta, Jumat (8/11/2012).

Sayangnya Teguh tak merinci jenis kapal (laut) tempur apa yang akan dikembangkan oleh gabungan BUMN strategis tersebut. Saat ini rencana tersebut dalam tahap dirintis.

"Ini mau dirintis," katanya.

Selain itu PT Pindad meminta pemerintah untuk terus memberikan perhatian. Pindad selama ini mengalami kendala keuangan atau finansial. Ia mengaku ada berbagai kendala yang sedikit menyulitkan Pindad untuk menjadi BUMN besar.

"Kendala yang pertama itu masalah finansial," kata Teguh singkat .

Menurut Teguh, sangat wajar kendala finansial menjadi salah satu alasan terhambatnya perkembangan Pindad selama ini. Masalah finansial sebenarnya telah dibicarakan kepada pemerintah.

"Kendala-kendala seperti kita BUMN adalah biaya yang terbatas sehingga berpengaruh pada pengembangan yang terbatas juga. Sudah mulai ada bantuan pemerintah tetapi belum mencukupi," tuturnya.

Selain segi finansial, Pindad meminta pemerintah untuk membuat kebijakan dan regulasi yang mudah. Kemudahan kebijakan dan regulasi serta finansial akan mengubah wajah Pindad ke depan. "Sempurna lah Pindad kalau keduanya diberikan," tuturnya.




Sumber : Detik

DPR Berharap Indonesia Fokus Kembangkan Kapal Perang Dalam Negeri

JAKARTA-(IDB) : Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berharap tercapainya peningkatan kerja sama pertahanan RI-Inggris beberapa waktu lalu mesti diarahkan atau difokuskan untuk mempertajam dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri, khususnya alutsista tertentu.

Menurut Mahfudz, Inggris merupakan negara yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan produk kapal perang. Kapal perang kerajaan Inggris saat ini merupakan salah satu yang tercanggih di dunia. Karena itu, Mahfudz berharap peningkatan kerja sama militer dengan Inggris dapat diarahkan dan difokuskan untuk pengembangan kapal perang dalam negeri.

"Kita tahu Inggris ini sudah sangat maju dan industri kapal perangnya itu kan sudah tua dan paling canggih kalau kita bandingkan dengan negara lain," ujar Mahfudz kepada Jurnalparlemen.com, Jumat (9/11).

Sehingga, kata Mahfudz, memang menjadi penting bagi Indonesia, khususnya PT PAL, untuk membangun kerja sama strategis dengan Inggris terkait pengembangan kapal perang. "Dengan demikian, target-target pengembangan industri pertahanan kita bisa lebih cepat. Saya kira ke dapan kita kan memang perlu armada AL yang lebih banyak lagi, bukan hanya kapal selam, juga kita kerja sama dengan Jerman," ujarnya.

Kata Mahfudz,  untuk kapal selam sendiri, kini Indonesia telah mengadakan kerja sama dengan Korsel untuk pengadaan tiga unit. "Saya kira dengan Inggris ini untuk kapal perang kawal rudal, fregard dan sejenisnya," katanya.

Lebih lanjut Mahfudz mengatakan, saat ini sesungguhnya TNI AL juga telah berencana membeli tiga unit kapal fregard dari Inggris. Sehingga hal ini dapat menjadi awal yang baik untuk pengadaan kapal perang berikutnya, Indonesia minta Inggris melakukan transfer teknologi.

"Tiga kapal yang kita mau beli itu sudah ready, yaitu kapal yang semula dipesan Brunei Darussalam, namun dalam perkembangannya pihak Brunei (dengan alasan tertentu) membatalkan pembelian kapal tersebut," ujarnya.




Sumber : Jurnamen

Koarmabar Operasikan KRI Buatan Dalam Negeri

Senin, 29 Oktober 2012
kapal-subJAKARTA-(IDB) : Komando Arrmada RI Kawasan Barat (Koarmabar ) saat ini telah mengoperasionalkan lebih dari  10 Unsur KRI jenis kapal patroli  Fast Patrol Boat (FPB) 57 , Patrol Craft (PC) 40 dan Kapal Cepat Rudal (KCR)    yang diproduksi putra-putra Indonesia di dalam negeri dalam mendukung kegiatan operasi patroli keamanan laut di perairan Wilayah Indonesia dalam rangka mempertahankan dan menjaga keutuhan NKRI.
 
Unsur KRI yang telah dioperasikan Komando Armada RI Kawasan Barat  meliputi kapal patroli  jenis  Fast Patrol Boat (FPB) 57   diantaranya KRI Barakuda-633 yang dioperasikan sejak tahun 1995 dilengkapi dengan heli deck, KRI Todak – 631  KRI Lemadang-632 termasuk kapal cepat yang diluncurkann tahun 2003.

Selain itu  sejumlah kapal patroli cepat jenis Patrol Craff (PC)  diantaranya KRI Boa-807, KRI Viper-820 ,  KRI Welang-808, , KRI Sanca-815 yang diproduksi oleh Fasilitas  pemeliharaan dan perbaikan di jajaran Pangkalan Utama TNI AL. Sedangkan  KRI Tarihu-829 .  memiliki panjang 40 m, lebar 7,3 m, dilengkapi dengan persenjataan meriam kaliber 20 mm dan 12,7 mm dan memiliki kemampuan menempuh kecepatan 25 knot.

KRI Krait-827  diluncurkan tahun 2008 dengan kemampuan kecepatan sampai dengan 28 knot diproduksi oleh fasharkan Mentigi Lantamal IV bekerja sama dengan mitra kerja. Sementara  unsur KRI yang dibangun oleh galangan mitra kerja diantaranya   KRI Kobra -867 dan KRI Anaconda-868 .

Untuk kapal perang Republik Indonesia (KRI) jenis Kapal Cepat Rudal memiliki panjang 40 meter dengan memiliki kecepatan sampai 30 knot  diantaranya KRI Clurit-641 diluncurkan tahun 2011 dan KRI Kujang-642 yang diluncurkan tahun 2012

Sejumlah unsur KRI dibawah jajaran  Komando Armada RI Kawasan Barat tersebut pernah dioperasikan oleh Komando pelaksana Opererasi    Gugus Tempur laut Komando Armada RI Kawasan Barat,(Guspurla Koarmabar ) dan Gugus Keamanan laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guskamla Koarmabar ) dan beberapa unsure KRI ditempatklam  di Pangkalan Utama  Jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat meliputi Lantamal I,II,III dan IV .

Unsur KRI produksi dlam negeri tersebut telah dilibatkan dalam berbagai operasi keamanan laut  dan kegiatan SAR serta latihan Armada Jaya  serta latihan bersama dan patroli terkoordinasi dengan Negara tetangga.





Sumber : Poskota
 

Gossip Selebrities Copyright © 2011-2012 Supported by: cara membuat blog | Powered by Blogger