Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan

India Rusia Gelar Latgab "INDRA"

Rabu, 28 November 2012
MUMBAI-(IDB) : Kapal tempur Rusia akan memasuki Mumbai, India hari ini untuk menggelar latihan perang gabungan dengan nama sandi "INDRA." Latihan itu sendiri akan dilaksanakan pada 2 Desember mendatang.

Latihan yang dilaksanakan selama dua hari itu akan melibatkan kapal destroyer India, INS Mysore dan sejumlah kapal lainnya. Angkatan Udara India juga diikut sertakan dalam latihan gabungan dengan INDRA.

Sementara itu, Rusia mengerahkan kapal destronyernya, Marshal Shaponishkov, Alatau dan kapal tanker Irkut. Beberapa tahun yang lalu, militer dari kedua negara itu pun sempat menggelar latihan perang serupa. Demikian, seperti diberitakan PTI, Rabu (28/11/2012).

Negeri Bollywood juga pernah mengirim pasukannya ke Negeri Beruang Merah untuk menjalani pelatihan perang jalur darat. Mereka berlatih di perbatasan China dan Mongolia.

Sejak 2003 silam, India dan Rusia sudah menggelar latihan INDRA sebanyak lima kali di jalur darat dan laut. Latihan INDRA terakhir dilaksanakan pada Oktober 2010 di India.

Kerja sama militer India dan Rusia memang cukup erat. Selain sering menggelar latihan perang gabungan, kedua negara itu turut mengadakan kerja sama dalam perakitan alutsista dan jet tempur.

Rusia pun enggan menjual persenjataannya ke Pakistan yang selama ini dipandang bak rival India. Dialog-dialog Rusia dan Pakistan umumnya dibina dalam rangka menjaga hubungan bilateral dan tidak untuk pertahanan.

Belakangan ini, Negeri Bollywood baru saja memperbaharui misil jelajah BrahMos dengan menambahkan sistem navigasi satelit Rusia KH-555 dan KH-101. Dengan kepemilikan BrahMos, India dinyatakan mengungguli kemampuan pertahanan Pakistan yang sampai saat ini belum memiliki sistem pertahanan udara yang canggih.





Sumber : Okezone

Rusia Serahkan Kapal Induk Pesanan India

Senin, 26 November 2012
NEW DELHI-(IDB) : Pemerintah India, Senin (26/11/2012), mengatakan Rusia akhirnya menyerahkan kapal induk bekas Uni Soviet yang diperbaiki ke negeri itu sekaligus mengakhiri perselisihan panjang yang diakibatkan membengkaknya ongkos dan penundaan pengiriman.

Kapal induk Admiral Gorshkov, kini berusia 30 tahun, akan mengisi posisi kapal induk pertama India INS Vikrant yang pensiun pada 1997 setelah bertugas sejak 1961.

Menteri Pertahanan India AK Antony kepada parlemen mengatakan akhir 2013 menjadi jadwal kedatangan kapal induk dengan bobot mati 44.570 ton itu yang oleh India akan dinamai INS Vikramaditya itu.

Saat ini, Angkatan Laut India hanya memiliki satu kapal induk yaitu INS Viraat, yang juga tak lama lagi akan pensiun. India juga sedang berencana membangun sendiri kapal induknya.

Rusia -saat masih menjadi bagian Uni Soviet- merupakan sekutu lama India. Rusia memasok 70 persen persenjataan angkatan bersenjata India. Namun, berbagai keterlambatan dan perselisihan komersial membuat New Delhi beralih ke produsen senjata lain seperti Israel, Inggris, Perancis dan Amerika Serikat.

Seharusnya, kapal induk Vikramaditya ini sudah diterima India pada Agustus 2008. Pada saat kesepakatan ditandatangani kapal itu dihargai 978,4 juta dollar AS. Namun harga itu berubah menjadi 2,3 miliar dollar AS saat dikirim pada 2012.

"Total harga kapal tetap 2,3 miliar dollar AS saat pengiriman di kuartal terakhir 2013," kata Antony.

Untuk bisa beroperasi di AL India, kapal induk ini memerlukan banyak perbaikan seperti turbin baru, sistem kabel sepanjang 2.500 km dan penguatan dek pendaratan pesawat terbang.

Di bawah kontrak kerja, galangan kapal Rusia, Sevmash, melengkapi kapal ini dengan persenjataan modern, 16 jet tempur MiG-29 dan satu skuadron helikopter anti-kapal selam.

Sevmash bersikukuh melonjaknya harga kapal karena India banyak meminta tambahan fitur yang tak terdapat dalam kontrak awal.

Pada Desember tahun lalu, Rusia juga menyerahkan kapal selam bertenaga nuklir Nerpa kepada AL India setelah mengalami penundaan selama dua tahun.





Sumber : Kompas

India Tertarik Beli iron Dome srael

Jumat, 23 November 2012

Kubah Besi diklaim berhasil tangkal 87 persen serangan roket dari Gaza

NEW DELHI-(IDB) : Konflik di Gaza yang berlangsung selama delapan hari secara tidak langsung menjadi "ajang promosi" bagi alat utama sistem persenjataan Israel. Sudah ada negara yang tertarik dengan sistem pertahanan rudal Israel dalam menangkal serangan roket dari kelompok militan Hamas dari Jalur Gaza. Sistem itu disebut "Kubah Besi" (Iron Dome).

India tertarik dengan alutsista ini. Menurut Times of India, pejabat pertahanan negara itu terus mengamati kinerja Kubah Besi dalam menangkal tembakan roket Fajr V dari Gaza.

Kantor berita Reuters mengungkapkan selama 14 November hingga tercapai gencatan senjata pada 22 November lalu, ada sekitar 1.500 tembakan roket dari Gaza ke Israel. Menurut laporan, rudal Kubah Besi Israel diklaim mampu menembak jatuh 87 persen dari roket-roket yang meluncur dari Gaza.

Kemampuan Kubah Besi ini diyakini berperan dalam mencegah banyaknya jumlah korban jiwa di pihak Israel. Menurut klaim dari pemerintah negara zionis itu, lima warga mereka tewas akibat gempuran roket dari Gaza. Namun, jumlah ini tidak sebanding dengan banyaknya warga sipil Palestina yang menjadi korban serangan rudal dari jet-jet tempur Israel, yaitu lebih dari 160 jiwa.

Kubah Besi itu diproduksi oleh perusahaan Israel, Rafael Advanced Defense Systems, dan dioperasikan sejak 2011. Rudal ini mampu menembak jatuh roket dan peluru artileri yang berdaya jangkau hingga 70 km. Sistem ini juga efektif menghalau roket-roket ke wilayah berpenduduk padat.

Itulah yang membuat India kesengsem dengan rudal pertahanan Israel itu. Mereka ingin adanya sistem pertahanan mirip Kubah Besi untuk mengantisipasi ancaman serangan dari kelompok-kelompok militan dari Pakistan, seperti Lashkar-e-Taiba (LeT).

Kelompok itu disinyalir mampu menembakkan roket jarak pendek ke wilayah India. India pun terus mengantisipasi munculnya lagi ketegangan hubungan dengan Pakistan. Kedua negara itu pernah beberapa kali saling serang dalam memperebutkan wilayah di perbatasan, seperti Kashmir. 

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah India soal minat mereka terhadap Kubah Besi. Namun, kalangan media massa India sudah mengendus ketertarikan pemerintah mereka untuk memiliki pertahanan rudal mirip yang dimiliki Israel.

Beberapa bulan lalu, para ilmuwan militer India telah menyarankan pemerintah untuk membuat program patungan dengan Israel dalam membangun Kubah Besi. Menurut mereka, walau sudah punya rudal balistik, India tidak memiliki sistem pertahanan yang memadai untuk menangkal tembakan roket jarak pendek dan artileri dari musuh.

Para ilmuwan militer India, yang tergabung dalam Organisasi Penelitian dan Pembangunan Pertahanan (DRDO), tengah bekerjasama dengan perusahaan Israel dalam membuat rudal jarak menengah anti serangan udara. Namun, kemampuan dan kegunaan rudal itu berbeda dengan Kubah Besi.





Sumber : Vivanews

India Rusia Berkolaborasi Bangun Pesawat Angkut Militer Generasi Baru

Selasa, 23 Oktober 2012
NEW DELHI-(IDB) : Pemerintah India telah mendapat lampu hijau untuk membangun pesawat angkut militer dalam bentuk kerja sama dengan pemerintah Rusia. Keduanya telah menandatangani nota kesepahaman Jumat lalu (12/10/2012) di New Delhi, India.

“Kontrak telah ditandatangani antara Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) dan Russia’s United Aircraft Corporation Transport Plane (OAK-TS),” ujar salah satu pejabat OAK.

Pesawat angkut tersebut kelak akan diberi nama MTA. Dari cetak biru MTA digambarkan bahwa MTA akan dipasangi mesin ganda dengan bentang sayap sekitar 30m. Pesawat akan mampu mengangkut 18-20 ton muatan dan dapat terbang dengan kecepatan maksimal 500 mp/h.

Rencananya MTA diproduksi untuk menggantikan BAe 748 dan Antonov An-26 milik AU India serta An-26 dan An-30 milik AU Rusia. Untuk merealisasikan kerjasama ini teknisi penerbangan India akan segera dikirim ke Moskow untuk membuat prototipe dari MTA. 




Sumber : Angkasa

Rudal Jelajah India Untuk Pertahanan Wilayah

Rabu, 17 Oktober 2012
JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan India A.K. Antony menegaskan, keberadaan misil jelajah BrahMos yang memiliki kemampuan supersonik, tidak akan mengancam negara tetangganya. Misil itu hanya digunakan untuk pertahanan India.

Dalam kunjungannya ke Kementerian Pertahanan Indonesia, Antony mendapat pertanyaan mengenai potensi ancaman ke Pakistan dan China, lewat eksistensi misil jelajah BrahMos yang sudah dilengkapi dengan sistem navigasi satelit Rusia. Antony pun menjawab, misil itu tidak akan mengancam negara tetangganya.

"Tidak, kami membangun BrahMos untuk mempertahankan wilayah kami. Kami juga membangun hubungan yang baik dengan Pakistan dan China," ujar Antony, di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Sejauh ini, integrasi dari sistem navigasi satelit KH-555 akan mengubah misil jelajah BrahMos menjadi "roket super" yang sanggup menghantam target sejauh 300 hingga 500 kilometer dari permukaan laut, darat dan udara. Satu hal yang paling penting adalah, misil itu sanggup membawa hulu ledak nuklir.

Sebagai negara tetangga, Pakistan belum memiliki misil secanggih BrahMos. Dan kepemilikan India terhadap BrahMos jelas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pertahanan India.

Kombinasi BrahMos dan Sukhoi Su-30 akan memperkuat pertahanan udara India, serta menyetarakan India dengan Rusia yang memiliki pesawat bomber Tu-95MS dan Tu-160. Hal itu diutarakan oleh seorang pengamat penerbangan Vladimir Sherbakov.


India Tawarkan Senjata Kaliber Besar Dan Ranpur

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, Selasa (16/10) setelah menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan India, Shri AK Antony beserta rombongan di gedung Kemenhan Jakarta, menyampaikan keterangan persnya kepada wartawan, tentang misi dan tujuan dari diadakannya kunjungan kedatangan Menhankam India ke Jakarta, dalam rangka melakukan Meeting Bilateral Indonesia - India dengan Menhankam, Purnomo Yusgiantoro beserta jajaran pejabat Kemenhankam TNI kedua negara.

Menhan menjelaskan, dari hasil pertemuannya, "kita baru saja melaksanakan bilateral meeting dengan Menteri pertahanan India, Shri AK Antony. Kita bertukar pikiran mengenai masalah Internasional di sekitar kita, nanti akan di jelaskan lagi oleh Sekjen, Marsekal Madya Earis Harianto. Dalam meeting tahap awal antara Sekjen kemenhan, pak Earis Harianto dan Secretary Maisteri dari India tadi. Sudah banyak yang kita bahas, diantaranya: kerjasama Maritim, Security dan keamanan lainnya," ujar Purnomo.

Sekjen Kemenhan, Marsekal Madya Earis Harianto mengatakan, "Dalam meeting bilateral tadi, kita telah membahas kerjasama Sharing Information, Schering Intelijen, Officer Iterpres, tawaran dari dari pihak India tentang Amunisi Kaliber Besar dan mesin-mesin truk, serta mesin untuk Kendaran tempur, juga telah kita diskusikan," jelasnya.

Sedangkan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen Hartind Asrin mengatakan, "Indonesia juga tidak ketinggalan dalam menawarkan produk industri pertahanan dalam negeri kepada India, diantaranya yang kita ditawarkan yaitu: pesawat CN 235, kapal Landing Platform Dock 125m, panser Anoa, dan senjata-senjata lainnya. Dalam hal ini, mereka juga meresponnya dengan positif, mereka juga tahu bahwa industri pertahanan Indonesia juga bagus," pungkas Hartind Asrin.




Sumber : Okezone

India Belum Tawarkan Misilnya Untuk Indonesia

Selasa, 16 Oktober 2012
JAKARTA-(IDB) : Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjend TNI Hartin Asrind mengatakan, sampai saat ini India belum menawarkan misilnya ke Indonesia. Namun tak menutup kemungkinan Indonesia akan membeli misil dari Negeri Bollywood.

Dalam pertemuan bilateral Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro dan Menhan India AK Antony, India merespons baik tawaran kerja sama militer dengan Indonesia. Indonesia pun menawarkan produk-produk dari PT Dirgantara Indonesia. Namun pembahasan mengenai misil belum bergulir.

"India punya misil tapi mereka belum menawarkan ke kita. Kalau memang bagus ya kita beli," ujar Hartin di Kementerian Pertahanan Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Hartin turut menambahkan, India merupakan negara dengan kekuatan angkatan udara yang baik. Negeri Bollywood itu juga menjadi konsumen utama bagi jet Sukhoi buatan Rusia.

India dan Indonesia juga akan mengembangkan kerja samanya di bidang pertahanan dan produksi industri militer, mengingat baiknya perkembangan industri pertahanan negara tersebut.




Sumber : Okezone
 

Gossip Selebrities Copyright © 2011-2012 Supported by: cara membuat blog | Powered by Blogger