Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Pangkostrad Tinjau Pembangun Garasi Tank Leopard Yonkav 1

Jumat, 07 Desember 2012
JAKARTA-(IDB) : Pangkostrad Letnan jenderal TNI M. Munir pada hari Selasa tanggal 4 Desember 2012 mengunjungi pembangunan Garasi Leopard di Yonkav 1 Kostrad Cijantung. Pada kesempatan itu Pangkostrad melihat lihat pembangunan garasi. Dalam kunjungan pangkostrad tersebut didampigi  oleh Komandan Batalyon Kav 1 Kostrad Mayor Kav Eko.

Sebagai salah satu satuan yang berada di bawah komando Divisi Infanteri 1 Kostrad, Batalyon Kavaleri 1/ Tank merupakan salah satu satuan banpur yang menjadi pemukul di jajaran Kostrad pada khususnya dan di jajaran TNI AD pada umumnya.

Pemerintah RI melalui Angkatan Darat akan mendatangkan kendaraan tempur baru jenis MBT dari Jerman yaitu Leopard dan Batalyon Kavaleri 1/Tank merupakan Satuan Kavaleri yang mendapat kehormatan dan kepercayaan untuk menerima dan mengoperasikan Leopard ini dengan kekuatan 1 Batalyon lengkap.

Wujud nyata dari persiapan tersebut adalah mulai dibangunnya garasi untuk Leopard di dalam satuan Batalyon Kavaleri 1/Tank. Garasi Tank Leopard sedang dipersiapkan dan direncanakan akan selesai secepatnya.





Sumber : TNI AD

Yonkav 1/Tank Bangun Garasi Leopard


Pangkostrad Letnan jenderal TNI M. Munir pada hari Selasa tanggal 4 Desember 2012 mengunjungi pembangunan Garasi Leopard di Yonkav 1 Kostrad Cijantung. Pada kesempatan itu Pangkostrad melihat lihat pembangunan garasi. Dalam kunjungan pangkostrad tersebut didampingi oleh Komandan Batalyon Kav 1 Kostrad Mayor Kav Eko.

Sebagai salah satu satuan yang berada di bawah komando Divisi Infanteri 1 Kostrad, Batalyon Kavaleri 1/ Tank merupakan salah satu satuan banpur yang menjadi pemukul di jajaran Kostrad pada khususnya dan di jajaran TNI AD pada umumnya.

Pemerintah RI melalui Angkatan Darat akan mendatangkan kendaraan tempur baru jenis MBT dari Jerman yaitu Leopard dan Batalyon Kavaleri 1/Tank merupakan Satuan Kavaleri yang mendapat kehormatan dan kepercayaan untuk menerima dan mengoperasikan Leopard ini dengan kekuatan 1 Batalyon lengkap.

Wujud nyata dari persiapan tersebut adalah mulai dibangunnya garasi untuk Leopard di dalam satuan Batalyon Kavaleri 1/Tank. Garasi Tank Leopard sedang dipersiapkan dan direncanakan akan selesai secepatnya.

Sumber: Pen Kostrad

Armed TNI AD Tertarik Akuisisi Nexter LG-1 MK III

Rabu, 28 November 2012
ARC-(IDB) : Satuan-satuan tempur di TNI, terutama TNI Angkatan Darat terus berbenah. 

Selain mendatangkan Meriam Swagerak Caesar, jajaran satuan Artileri medan juga berupaya mendatangkan meriam howitser jenis lain. Tak lagi mengandalkan meriam tua, Satuan Armed kini juga berupaya mendatangkan meriam LG-1 MK III.

Sebelumnya memang diketahui satuan Armed akan mendatangkan meriam KH-178 buatan Korea Selatan. 

Akan tetapi hasil uji tembak meriam negeri ginseng tersebut tidaklah memuaskan. 

Berbeda ketika TNI menguji meriam LG-1 MKIII langsung di Perancis. 

Hasilnya sungguh memuaskan. Apalagi, versi terdahulu dari meriam ini, yaitu LG-1 MK II telah lama menjadi andalan Marinir TNI-AL.

Namun berbeda dengan LG-1 MK II, versi MK III telah mengalami sejumlah peningkatan. Mirip dengan Meriam Caesar, LG-1 MK III telah mengandalkan sistem elektronis dalam hal pembidikan dan kontrol tembak. 

Dengan demikian, waktu penyiapan meriam hingga peluru pertama terlontar menjadi lebih singkat.

Satu hal lain yang membuat Armed kesengsem, adalah bobot LG-1 MK III yang cukup ringan, yaitu hanya sekitar 1,5 ton. 

Bandingkan dengan meriam KH-178 yang berkaliber sama, namun memiliki bobot 4 ton lebih. 

 Sehingga, penggelaran meriam LG-1 MK III bisa menggunakan helikopter medium sekelas NBell-412. 

Cukup untuk memenuhi requirement satuan Armed Kostrad, yang mengharuskan mampu penggeseran alutsista secara cepat. Jika menggunakan pesawat Hercules, sebanyak 4 buah meriam LG-1 MKIII mampu masuk ke dalam perutnya dan siap diterbangkan ke penjuru nusantara.

Nilai plus lainnya adalah adanya commonality antara Armed Marinir.  Selain itu, Meriam LG-1 MK III juga bisa menggunakan munisi 105mm lama. 

Akan tetapi jika menggunakan munisi "extended range" lansiran Nexter, maka jarak tembak bisa terdongkrak hingga 17 km. Nah... apakah TNI-AD jadi menyusul Marinir sebagai pemakai LG-1 Family?

Spesifikasi LG-1 MK III

Bobot      :     < 1600 kg
Transport :  helikopter, air transport (4 canons per C130),  air portable, Tarik oleh berbagai varian rantis 4x4.
Gun crew : 5                                                                
Waktu turun hingga siap tembak : kurang dari 30 detik
Firing rate : 12 tembakan/menit
Jarak tembak :  munisi US M1: 11 km; munisi Nexter OE-LP G3: 17 km






Sumber : ARC

Kasad Tutup Latma Indonesia Singapura

BANDUNG-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menutup kegiatan latihan bersama (Latma) Safkar Indopura di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif), Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/11/2012).
 
 Latma ini telah berlangsung selama delapan hari  sejak 21 sampai 28 November 2012, diikuti oleh 1.150 prajurit dari TNI AD dan AD Singapura (SAF). Kegiatan dilaksanakan di daerah latihan di kawasan Cipatat. Latihan yang diberi nama Safkar Indopura merupakan Latihan Bersama antara dua negara yakni Indonesia-Singapura guna mewujudkan kerja sama internasional yang dilaksanakan tiap tahun secara bergantian yang dimulai sejak 1989 , dan untuk tahun 2012 ini merupakan yang ke-24 kalinya.

Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengungkapkan tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan profesional prajurit, juga menjalin persahabatan antara Angkatan Darat kedua negara.

Kasad berharap para prajurit AD dari kedua negara yang mengikuti latihan bersama ini bisa menerapkan dan mengembangkan materi yang diperoleh selama delapan hari tersebut. Materi Safkar Indopura ke-24 di antaranya latihan taktis, latihan cross training dalam materi taktik dan menembak.

 “Guna menjamin peningkatan kualitas latihan, kita perlu melaksanakan evaluasi latihan secara cermat. Inventarisir berbagai hambatan dan kendala yang ditemukan sebagai masukan dan acuan untuk perbaikan latihan di masa yang akan datang,” tekan Kasad.

Kasad berharap latihan bersama ini dapat terus ditingkatkan di masa yang akan datang, sehingga dengan latihan bersama secara konsisten akan terwujud interoperabilitas yang sangat diperlukan untuk menopang pilar keamanan bersama masyarakat ASEAN (ASEAN Community).

Hadir dalam penutupan Safkar Indopura ke-24 yakni Kepala Staf Angkatan Darat Singapura  Mayor Jenderal Ravinder Singh, Pangkostrad Letjen TNI M. Munir, Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Gatot Nurmantio, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Sonny Widjaja.





Sumber : Seruu

TNI AD Dan SAF Laksanakan Latma "Safkar Indopura"

Kamis, 22 November 2012
BANDUNG-(IDB) : TNI Angkatan Darat dan AD Singapura (SAF) melaksanakan Latihan Bersama(Latma), dengan nama latihan “Safkar Indopura”, di buka oleh Wakasad Letjen TNI Budiman dan Wakasad Singapura Brigjen Tung Yui Fai, di Cipatat, Rabu (21/11).  Latma Safkar Indopura dilaksanakan dari tanggal 21 sampai tanggal 28 November 2012, dengan  lokasi daerah latihan di Cipatat dan Rajamandala Kompleks, Bandung, Jawa Barat.

Latihan Safkar Indopura merupakan Latihan Bersama antara 2 (dua) negara dan merupakan wujud kerjasama internasional, dilaksanakan setiap tahun yang dimulai pada tahun 1989 secara bergantian, bertujuan untuk menjalin dan meningkatkan hubungan kerjasama antara TNI-AD dengan Angkatan Darat Singapura (SAF).

Adapun materi latihan pada Safkar Indopura ke-24 ini antara lain Latihan silang (Cross Training) dalam materi taktik dan menembak, Latihan taktis dengan pasukan Infanteri mekanis dalam OLI (FTX), dan Latihan Posko 1 (CPX) tingkat Brigif dan Batalyon (2 tingkat). Sedangkan pasukan dan personel pendukung yang dilibatkan dalam latihan bersama ini sejumlah 1.150 personel terdiri dari TNI AD 700 personel dan AD Singapura 450 personel.

Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Wakasad Letjen TNI Budiman mengatakan, Latihan Bersama Safkar Indopura ini telah memasuki tahun ke-24, sehingga kedua negara sudah banyak belajar dan mengaplikasikan taktik dan teknik latihan bertempur sesuai pengalaman prajurit masing-masing.

Wakasad mengatakan, melalui latihan bersama Safkar Indopura prajurit kedua negara dapat mengembangkan kemampuan taktik yang dimiliki, dihadapkan dengan medan yang sebenarnya, sehingga dapat menunjang pencapaian keberhasilan Latma Safkar Indopura.

Wakasad berharap peserta latihan dapat meningkatkan persahabatan dan kerja sama serta meningkatkan profesionalitas keprajuritan sehingga tujuan latihan dapat tercapai secara optimal. Disamping itu,  Wakasad juga berharap seluruh kegiatan Latihan Bersama dapat berjalan sesuai dengan sasaran yang dikehendaki, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh para Prajurit, satuan dan Angkatan Darat kedua negara.





Sumber : TNI AD

TNI AD Operasionalkan Sepeda Motor Kawal 1300 CC

JAKARTA-(IDB) : TNI Angkatan Darat siap operasionalkan Sepeda Motor Kawal Jenis Yamaha FJR 1300 cc untuk digunakan dalam pengawalan Kepala Negara dan tamu-tamu negara setingkat Kepala Negara.

Hal tersebut ditegaskan Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo ketika meninjau 20 unit Sepeda Motor Kawal Yamaha FJR 1300 cc yang baru dimiliki oleh TNI Angkatan Darat di Mabesad, Jakarta, Kamis (22/11). “Sepeda motor ini merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan di lapangan. Rencananya unit-unit motor baru ini akan diprioritaskan di Kodam IX/Udayana, karena Bali banyak menerima kunjungan kepala negara asing, disamping kondisi riil dimana motor kawal yang ada disana sudah terlalu tua,” jelas Kasad.

Sepeda Motor Kawal Yamaha FJR 1300 cc dipilih Angkatan Darat untuk mengawal tamu-tamu VIP dan VVIP dengan pertimbangan kecanggihan dan akselerasinya yang hebat di lapangan. Spesifikasi motor ini diantaranya torsi yang besar, gesit, lincah dan mudah perawatannya. Mesin 4 silinder 1,298 cc berkonfigurasi inline (segaris), suspensi monoshock dan final drive menggunakan shaft, sistem liquid-cooled, serta electronic fuel injection power 105,5 KW (141.5 hp) per 8.000 rpm.

Saat ini Sepeda Motor Kawal Yamaha FJR 1300 cc ini digunakan di negara-negara seperti Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Kanada. Sementara di Asia, baru Jepang dan Indonesia (TNI AD) yang menggunakannya. Sehingga hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Angkatan Darat.

Sebagai pihak yang akan menggunakan, Kasad berpesan kepada Danpuspom agar motor-motor ini dirawat dengan baik, sehingga memiliki usia pakai yang panjang, perawatannya haruslah berkesinambungan agar anggota yang mengendarainya tidak mengalami kesulitan. Sementara kendaraan serupa yang dimiliki Angkatan Darat yaitu jenis Yamaha 900 cc akan tetap dipergunakan untuk operasional Angkatan Darat sehari-hari.

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Wakasad, para Asisten Kasad, Danpuspom serta Kadispenad. 





Sumber : TNI AD

Latgab TNI : Penerbad Siagakan Enam Helikopter Di Kutai

Selasa, 20 November 2012
SEKERAT-(IDB) : Enam helikopter milik TNI AD masih tetap siaga mendukung kampanye militer dalam rangka Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2012 yang masih berlanjut di kawasan pegunungan dan perairan Sekerat Bengalon-Kaliorang, Kutai Timur, Kalimantan Timur.
 
"Keberadaan enam helikopter itu untuk mendukung lima pilar selama Latgab TNI tingkat Brigade yang merupakan Kampanye Militer," kata Kasiops Kapten Pnb Feri Eko, Selasa.

Menurut dia, ada lima pilar tugas penting yang dikendalikan melalui Posko di Sangkima, dalam rangka mendukung operasi dan kampanye militer, seperti mendrop bahan makanan, evakuasi dan komando pengendalian.

Keenam unit helikopter TNI AD yang tetap siaga di Desa Sangkima, Kutai Timur, itu adalah Jenis Bell 412 dan MI 35, MI 17 milik TNI AD yang didukung 104 prajurit TNI AU dan TNI AD.

Menurut Kasiops Kapten Pnb Feri Eko, ada berapa manuver seperti angkut logistik (tarlog) yakni mendrop bahan makanan ke pasukan terdepan, kemudian Komando dan Pengendalian (Kodal) yang memakai unsur pimpinan untuk mengendalikan pasukan di lapangan.

Kemudian mengevakuasi korban perang untuk dipindahkan ada bagian belakang hingga dilakukan pemindahan korban perang ke rumah sakit terdekat atau rumah sakit TNI. Kemudian bantuan tembakan, bantuan serang heli MI-35 dan muatan luar.

"Posko Sangkima ini siaga penuh selama 24 jam, jadi kapanpun dihubungi dan dimintai dukungan sudah siap siaga," ujar Kapten Pnb Feri Eko didampingi Lettu Pnb Wendri Ekananda, menambahkan.

Ia mengatakan, dari enam unit helikopter yang ditempatkan di Sangkima, Kutai Timur, semuanya dalam kondisi siap terbang dan telah memiliki jam terbang yang sangat tinggi pula.

Misalnya, BELL-412 HA-5515, telah memiliki jam terbang sebanyak 346.66 menit jam terbang dab BELL-412 dengan nomor penerbangan HA-5162 sudah terbang selama 177,39 menit jam terbang. Kemudian MI-17 nomor penerbangan V5 HA-5141 sudah terbang selama976.30 menit jam terbang.

Kemudian MI 35-P dengan nomor penerbangan HA-5152 jam terbang sudah mencapai 277.74 menit jam terbang, dan nomor penerbangan HA-5153 sudah terbang sebanyak 222.50 menit jam terbang.

Sedangkan MI-35 dengan tiga kru perwira persenjataan teknis dengan 8 prajurit memiliki panjang 17,5 meter, bermesin 2 x Isotop TV3-117 turbin 1.600 KW, memiliki kecepatan maksimum 335 km/jam dengan jarak jangkau 450 kilometer, mampu membawa senjata 30 mm Yakushev-Borsov multi barrel marchine gun.

Pantauan ANTARA di Lapangan Golf Sangkima Pertamina EP, lokasi yang menjadi pangkalan helikopter selama Latgab TNI 2012, para kru nampak sibuk mengecek seluruh bagian pesawat mulai ban, ekor hingga pengecekan tempat roket dan peluru-peluru yang akan ditembakkan ke sasaran.

"Hari ini dicek kondisinya, karena rencananya Rabu (21/11) akan melakukan serangan melalui udara ke darat untuk melumpuhkan musuh yang bersembunyi di kawasan gunung Sekerat," kata salah satu personel Helikopter, yang tidak bersedia disebut namanya.

Kampanye militer yang dilakukan TNI seperti Operasi Dukungan Udara/Pengintaian Udara, Operasi Pasukan Khusus, Operasi Laut Gabungan, Operasi Amfibi, Operasi Lintas Udara, Operasi Pendaratan Administrasi, Operasi Darat Gabungan dan Operasi Teritorial. Operasi Intelijen Taktis, Operasi Dukungan Udara/Operasi Perebutan Pengendalian Pangkalan Udara (OP3U).





Sumber : Republika

TNI AD Siaga Enam Helikopter dalam Latgab 2012

Mi-17. (Foto: Berita HanKam)

20 November 2012, Sanggata: Enam helikopter milik TNI AD masih tetap siaga mendukung kampanye militer dalam rangka Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2012 yang masih berlanjut di kawasan pegunungan dan perairan Sekerat Bengalon-Kaliorang, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

"Keberadaan enam helikopter itu untuk mendukung lima pilar selama Latgab TNI tingkat Brigade yang merupakan Kampanye Militer," kata Kasiops Kapten Pnb Feri Eko, Selasa.

Menurut dia, ada lima pilar tugas penting yang dikendalikan melalui Posko di Sangkima, dalam rangka mendukung operasi dan kampanye militer, seperti mendrop bahan makanan, evakuasi dan komando pengendalian.

Keenam unit helikopter TNI AD yang tetap siaga di Desa Sangkima, Kutai Timur, itu adalah Jenis Bell-412 dan Mi-35, Mi-17 milik TNI AD yang didukung 104 prajurit TNI AU dan TNI AD.

Menurut Kasiops Kapten Pnb Feri Eko, ada berapa manuver seperti angkut logistik (tarlog) yakni mendrop bahan makanan ke pasukan terdepan, kemudian Komando dan Pengendalian (Kodal) yang memakai unsur pimpinan untuk mengendalikan pasukan di lapangan.

Kemudian mengevakuasi korban perang untuk dipindahkan ada bagian belakang hingga dilakukan pemindahan korban perang ke rumah sakit terdekat atau rumah sakit TNI. Kemudian bantuan tembakan, bantuan serang heli Mi-35 dan muatan luar.

"Posko Sangkima ini siaga penuh selama 24 jam, jadi kapanpun dihubungi dan dimintai dukungan sudah siap siaga," ujar Kapten Pnb Feri Eko didampingi Lettu Pnb Wendri Ekananda, menambahkan.

Ia mengatakan, dari enam unit helikopter yang ditempatkan di Sangkima, Kutai Timur, semuanya dalam kondisi siap terbang dan telah memiliki jam terbang yang sangat tinggi pula.

Misalnya, Bell-412 nomor penerbangan HA-5515, telah memiliki jam terbang sebanyak 346.66 menit jam terbang dan Bell-412 HA-5162 sudah terbang selama 177,39 menit jam terbang. Kemudian Mi-17V5 HA-5141 sudah terbang selama 976.30 menit jam terbang.

Kemudian Mi- 35-P HA-5152 jam terbang sudah mencapai 277.74 menit jam terbang, dan HA-5153 sudah terbang sebanyak 222.50 menit jam terbang.

Sedangkan Mi-35 dengan tiga kru perwira persenjataan teknis dengan 8 prajurit memiliki panjang 17,5 meter, bermesin 2 x Isotop TV3-117 turbin 1.600 KW, memiliki kecepatan maksimum 335 km/jam dengan jarak jangkau 450 kilometer, mampu membawa senjata 30 mm Yakushev-Borsov multi barrel marchine gun.

Pantauan ANTARA di Lapangan Golf Sangkima Pertamina EP, lokasi yang menjadi pangkalan helikopter selama Latgab TNI 2012, para kru nampak sibuk mengecek seluruh bagian pesawat mulai ban, ekor hingga pengecekan tempat roket dan peluru-peluru yang akan ditembakkan ke sasaran.

"Hari ini dicek kondisinya, karena rencananya Rabu (21/11) akan melakukan serangan melalui udara ke darat untuk melumpuhkan musuh yang bersembunyi di kawasan gunung Sekerat," kata salah satu personel Helikopter, yang tidak bersedia disebut namanya.

Kampanye militer yang dilakukan TNI seperti Operasi Dukungan Udara/Pengintaian Udara, Operasi Pasukan Khusus, Operasi Laut Gabungan, Operasi Amfibi, Operasi Lintas Udara, Operasi Pendaratan Administrasi, Operasi Darat Gabungan dan Operasi Teritorial. Operasi Intelijen Taktis, Operasi Dukungan Udara/Operasi Perebutan Pengendalian Pangkalan Udara (OP3U).

Sumber: Republika

Latgab TNI : Yon 514 Raider Masuki Daerah Persiapan

Senin, 19 November 2012
SANGATTA-(IDB) : Setelah merapat di Pantai Sekerat dua hari yang lalu, Batalyon 514 Raider yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon (Danyon) 514 Raider Letkol Inf Franz Yohannes Purba mulai melakukan pergerakan untuk memasuki daerah persiapannya di sekitar jalan Poros menuju perempatan Kaliorang, Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin (19/11/2012). 

Sebelum memasuki daerah persiapan, Batalyon 514 Raider melakukan gerak maju untuk kontak melintasi daerah yang telah dikuasai oleh pasukan pendarat, dalam hal ini pasukan Marinir TNI AL, teknik perlintasan dilakukan dengan cara koordinasi dengan pasukan kawan.

 
"Tujuan dari koordinasi ini untuk mengetahui segala informasi tentang situasi kawan dan lawan didepan dalam pergerakan maju pasukan Batalyon 514 Raider," tulis Danyon 514 Raider Letkol Inf Franz Yohannes Purba dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Selasa (20/11/2012).

Batalyon ini terdiri dari 5 Kompi ditambah dengan perkuatan 1 Peleton Zipur. Setelah berada di titik temu, pasukannya melanjutkan gerak maju ke lorong perlintasan. Namun setelah sampai di titik pisah. kendali berada di pasukan pendarat yakni pasukan Marinir TNI AL. 


“Dalam gerak maju, pasukan Batalyon 514 Raider beberapa kali mendapatkan perlawanan dari kelompok kecil pasukan musuh yang berada di beberapa titik perlintasan," imbuhnya.

 
Setelah berhasil memukul mundur beberapa pasukan musuh, akhirnya Batalyon 514 Raider mendapatkan daerah pertahanan sementara yang telah disterilkan dari gangguan musuh baik personel maupun ranjau untuk dijadikan daerah persiapan dalam serangan selanjutnya.





Sumber : Tribunnews

Tahap Awal TNI AD Membutuhkan 140 MBT

Selasa, 06 November 2012
JAKARTA-(IDB) : Kementerian Pertahanan sudah mendatangkan sejumlah tank berat, dan akan menjadi kebanggaan Indonesia. Untuk pertama kalinya Indonesia memiliki Main Battle Tank (MBT) Leopard, yang memiliki daya tempur nomor wahid di dunia.

Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan, Mayjen Ediwan Prabowo mengatakan, saat ini yang diperlukan TNI Angkatan Darat adalah 140 tank berat.


“Sekarang ini diperlukan 140 tank, yang dibutuhkan MBT. Kebutuhan MBT ini yang pertama kali yang dimiliki tank tempur Leopard, dan merupakan tank papan atas yang tak dapat diragukan lagi kemampuannya,” kata Ediwan, Senin (5/11/2012).


Seperti diketahui, MBT Leopard merupakan tank berat yang memiliki kapasitas tempur yang sempurna. Leopard yang diproduksi tahun 1985 oleh Jerman, dan mengalami pembaharuan dengan teknologi yang tercanggih. (Syariful/mon/WDA)


Tank Leopard Ditangani Sepenuhnya Oleh TNI AD

100 Tank Leopard pesanan TNI akan datang secara bertahap mulai tahun ini. Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mdngatakan, pengelolaan tank itu akan diserahkan kepada TNI AD selaku pengguna.

"Nanti akan ditangani oleh kesatuan angkatan darat. Karena nanti yang akan menggunakan adalah mereka," ujar Purnomo di Gedung Kemhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (6/11).

Purnomo menjelaskan, penempatan tank itu juga diserahkan kepada TNI AD. "Tetapi ada koordinasi dengan Kemhan nanti," kata dia.

Selanjutnya, kata Purnomo, pemerintah telah memesan 100 unit tank dan 50 panser. "Saya kira itu cukup untuk menambah kekuatan angkatan darat," ucap dia.

Saat ini, tambah Purnomo, pemerintah telah menerima dua unit tank sebagai pesanan awal. "Ada dua jenis. Satu heavy metal tank, yang satunya medium metal tank," pungkas dia.
 
 
 
 
 
Sumber : RRI

TNI AD Tunda Pembelian Helikopter Apache

Kamis, 01 November 2012
JAKARTA-(IDB) : Meski pihak pemerintah dan Senat Amerika Serikat (AS) telah memberi lampu hijau bagi Indonesia membeli helikopter serbu Apache, TNI AD memutuskan belum dapat merealisasikan pembelian Apache pada tahun depan. Sebab, terganjal persoalan anggaran yang belum cukup.

"Dalam masa persidangan kemarin, hal ini sudah dibicarakan di Komisi I. TNI AD meminta pembelian Apache dari AS agar ditunda dulu sampai dengan anggarannya cukup. Jadi, kemungkinan pembicaraan pembelian Apache akan kembali dibuka paling cepat untuk pengadaan di 2014," kata anggota Komisi I DPR Hayono Isman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11).

Tambah Hayono, Komisi I menyetujui adanya permintaan penundaan pembelian Apache dari AS tersebut mengingat yang berkepentingan dalam hal ini user-nya sendiri (TNI AD).

Hayono mengatakan, ihwal penundaan pembelian Apache ini, karena pihak TNI AD meminta agar anggaran pengadaan heli serbu itu di luar anggaran reguler pada pagu anggaran di APBN 2013. "Mereka (TNI AD) mengakui harga Apache meski second tetap mahal. Karenanya jika Apache itu dibeli dengan menggunakan anggaran reguler TNI AD di APBN, dikhawatirkan akan mengganggu program yang sudah ada. Karenaya mereka meminta alokasi anggarannya lewat on top. Karena anggarannya belum terlihat jelas, akhirnya TNI AD memutuskan untuk menunda saja pembelian Apache di 2013 tersebut," ujar politisi Partai Demokrat ini.

Hayono menjelaskan, Senat AS telah memberi dukungan bagi rencana Pemerintah Indonesia membeli heli serbu Apache tersebut. Hal ini sebagaimana disampaikan Senator AS Richard G Lugar yang melakukan kunjungan ke Komisi I DPR pada Rabu (31/10).

Hayono mengatakan, dari kunjungan Richard G Lugar kemarin itu terungkap, sudah ada congressional notice kepada Pemerintah AS yang berisi pemberitahuan tidak ada penolakan terhadap penjualan heli Apache ke Indonesia.

Seperti diketahui, AS berencana menjual sejumlah heli Apache ke RI. Rencana penjualan itu dikemukakan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, kepada Menlu RI Marty Natalegawa saat bertemu di Washington DC pada 20 September silam.

Apache yang ditawarkan AS ini adalah seri AH-64D Longbow. Jenis yang diproduksi Boeing ini merupakan helikopter andalan Angkatan Darat AS untuk operasi tempur terbatas. Tipe ini menggantikan helikopter AH-1 Cobra. Angkatan Darat AS sendiri sudah menggunakan Apache sejak Maret 1997. Dibanding seri pendahulunya, AH-64D Longbow ini memiliki sejumlah kelebihan dalam konektivitas digital, sensor, sistem persenjataan, peralatan pelatihan, dan sistem dukungan pemeliharaan.





Sumber : Jurnamen

Helikopter Serang Andalan TNI AD

Senin, 22 Oktober 2012
ANALISIS-(IDB) : Tahun 2010 yang lalu, tanpa banyak publikasi yang berlebihan, Dinas Penerbad TNI AD menerima 3 unit Mi-35P menelngkapi 2 unit Mi-35 Hind E yang sudah dibeli sebelumnya. Helikopter  ini dibeli dari Rusia bersamaan dengan pembelian Mi-17 V5 yang merupakan Heli Serbu. Pembelian helicopter tersebut merupakan realisasi perjanjian pemerintah RI dan Rusia pada September 2007 untuk menggunakan fasilitas kreditpembelian luar negeri dari pemerintah Rusia sebesar USD 56,1 juta atau setara dengan Rp. 64,5 miliar. Harga itu termasuk pencakupan persenjataan dan amunisi serta pelatihan bagi para calon awak pesawat.
 
Mi-35 Hind E : Heli Serang Atau Heli Serbu?

Secara umum terdapat dua kategori Helikopter (CMIIW) yang dikelompokkan berdasarkan fungsi dan tugasnya dalam menjalankan sautu operasi militer. Kategori yang pertama adalah kategori Heli Serbu (assault heli) dan yang kedua adalah Heli Serang (attack Heli). Heli Serbu biasanya digunakan untuk mengangkut pasukan kedaerah operasi. Hali jenis ini biasanya hanya memiliki senjata ‘seadanya’ untuk melindungi heli tersebut dari serangan musuh. Di Indonesia, Heli jenis ini cukup banyak, diantaranya adalah Heli NBell-412 dan Mi-17 yang keduanya merupakan milik TNI AD. Pada kategori ini, fungsi heli lebih ditekankan kepada kemampuan membawa pasukan dalam jumlah yang banyak.

Sedangkan Heli Serang adalah heli yang dikhususkan untuk menyerang musuh dengan senjata yang mematikan, sehingga heli ini lebih mementingkan kemampuan membawa senjata yang banyak di bandingkan membawa pasukan. Di Indonesia, Heli jenis ini tidak sebanyak Heli Serbu, dimana Heli Serang paling hebat yang dimiliki TNI AD saat ini adalah 5 unit Mi-35 Hind E. Namun seperti saya katakana sebelumnya bahwa Mi-35 Hind E bukanlan Heli Serang Murni, karena selain bisa memiliki senjata yang mematikan, Heli ini juga bisa mengangkut pasukan bersenjata lengkap (walaupun jumlah pasukan yang bisa dibawa lebih sedikit dari Mi-17 v5).
Heli serang Murni saat ini cukup banyak jenisnya. Sebut saja AH-64 D Apache dari Amerika, Mi-28N Havoc dari Rusia, WZ-10 dari China, dan lainnya. AH-64D Apache Longbow disebut-sebut memiliji potensi untuk diakuisisi oleh Indonesia. Namun sampai saat ini kebenaran berita ini masih sebatas rumor, karena belum ada kontrak yang jelas antara Indonesia dan Amerika.

Senjata yang dimiliki Heli Mi-35 Hind E TNI AD?

Helikopter Serang tentunya harus memiliki persenjataan yang cukup gahar mengingat fungsinya memang adalah untuk melakukan serangan ke lokasi musuh. TNI AD sebagai pengguna Helikopter ini tentunya juga sudah memikirkan hal ini. Untuk itu bersamaan dengan kedatangan armada helikopter tempur Mi-35P dari Rusia yang melengkapi Skadron 31/Serbu Penerbad pada tahun 2010, juga menyertakan paket senjata rudal anti tank. Mi-35P yang juga dikenal sebagai APC terbang yang dikarena kemampuan Mi-35 Hind E ini membawa 8 pasukan bersenjata lengkap. Mi-35 Hind E hadir melengkapi Skadron 31 dengan persenjataan yang cukup garang, seperti roket S-8 kaliber 80mm, pelontar chaff/flare, kanon standar GSh-30-2 kaliber 30mm dan rudal anti tank AT-9 Spiral-2.

Senjata yang dimiliki Mi-35 Hind E milik TNI AD cukup gahar, terutama rudal Anti Tank AT-9 Spiral-2 yang akan menjadi senjata menakutkan bagi musuh yang dilengkapi Tank sekalipun. Sama seperti penamaan rudal anti tank AT-5, nama rudal AT-9 juga merupakan nama yang diberikan oleh pihak NATO. Rudal ini cukup unik, karena fungsinya sebagai rudal anti tank yang biasanya diluncurkan dari darat, namun AT-9 Sprial-2 ini adalah rudal anti Tank yang sengaja dirancang untuk platform peluncuran dari udara.

Rudal anti tank AT-9 bisa dikatakan merupakan rudal anti tank yang masih gress, karena negara produsennya Rusia sendiri baru mulai mengoperasikan rudal ini pada tahun 1990-an. Rudal AT-9 ini didesign dengan melakukan pengembangan dari versi sebelumnya, AT-6 Spiral, dengan penyempurnaan pada sisi akurasi, kecepatan, dan jangkauan. Sistem pemandu rudal AT-9 Spiral-2 ini adalah SACLOS (Semi Automatic Command to Line of Sight), dimana operator harus membidik target sampai rudal berhasil mengenai target, jalur kendalinya berupa sinyal radio. Dalam pola pengoperasiannya, pilot dan juru tembak harus sama-sama mengarahkan helikopter ke arah target hingga rudal tepat tiba di sasaran. Namun versi terbaru dari rudal ini sudah bisa melakukan tembakan fire and forget.

Rudal Anti Tank AT-9 Spiral-2 ini sebenarnya memiliki beberapa versi yang berbeda sesuai dengan fungsi dan kegunaannya dalam operasi militer. Masing-masing versi memiliki keunggulan masing-masing. Diantaranya adalah jenis Anti Tank dengan tandem HEAT ( High Explosive Anti Tank ), yakni AT-9 yang dilengkapi proyektil peledak dengan dua tahap peledakan. Rudal AT-9 versi Tandem HEAT ini memang dikhususkan untuk menghancurkan kendaraan berlapis baja, termasuk MBT ( main battle tank ). Kemungkinan AT-9 yang dimiliki TNI AD adalah versi ini, namun kebenarannya belum bisa di konfirmasi.

Jenis kedua dari Rudal ini adalah AT-9 versi 9M120F yang dilengkapi dengan hulu ledak thermobaric. Pada rudal dengan thermobaric ini, peledak akan menghasilkan gelombang ledakan dengan durasi yang lebih lama, yang biasanya dengan sebutan "airfuel bomb". Efek ledakan yang lama ini dimaksudkan untuk melibas pasukan infantri, sehingga dapat mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar. Thermobaric memanfaatkan oksigen dan udara dalam peledakannya sehingga sangat pas untuk menghajar target infantri yang bersembunyi di dalam terowongan, gua, atau bunker. Rudal jenis ini sepertinya memang dikhususkan sebagai rudal anti infantry. Namun tidak ada kejelasan apakah TNI AD juga memiliki rudal jenis ini.

Jenis ketiga dari rudal AT-9 ini adalah AT-9 versi 9A220O yang dilengkapi dengan hulu ledak expanding rod yang merupakan sebuah amunisi khusus yang menggunakan pola fragmentasi ledakan annular. Jenis ketiga ini dikhususkan sebagai rudal untuk menghancurkan target berupa helicopter lain. Rudal ini dilengkapi system laser sebagai penentu keauratan termbakannya. Namun, rudal jenis ini juga belum jelas apakah dimiliki TNI AD atau tidak.

Mi-35 Hind E dan Pesaingnya di ASEAN

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa Mi-35 Hind E adalah Heli Serang (walaupun tidak murni) yang dimiliki TNI AD. Negara-negara di ASEAN juga melihat bahwa Helikopter Serang sejenis ini merupakan asset yang harus mereka miliki untuk menambah efek gentar yang dimiliki militer negara tersebut. Itulah sebabnya tidak hanya Indonesia saja yang memiliki jenis Heli Serang ini di ASEAN.

Di kawasan Asia Tenggara, ada beberapa negara yang memiliki helikopter serang. Thailand memiliki 4 unit helikopter AH-1 Cobra bekas dari AS yang diretrofit. Helikopter ini sejatinya sudah cukup ketinggalan jaman, namun dengan dilakukannya retrofit maka Helikopter mili Thailand ini juga harus diperhitungkan. Singapura tercatat memiliki armada Heli Serang paling gahar di ASEAN dengan memiliki heli AH-64 D Apache semenjak tahun 2002 dalam program Peace Vanguard sebanyak 20 unit. Separuh dari heli serang itu bermarkas di Amerika Serikat. Pada tahun 1997 sebelum Krisis Ekonomi, Malaysia mencoba mengakuisisi Heli Serang CSH-2 Rooivalk buatan Denel Afrika Selatan. Namun rencana ini gagal hingga saat ini. Indonesia yang telah memiliki 5 unit Mi-35 Hind E juga berencana menambah kekuatan dengan akuisisi heli serang murni dengan candidate AH-64 D Apache atau jenis lainnya. Namun ini masih dalam tahap penjajakan.

Dilihat dari daftar Heli Serang yang ada di ASEAN, rasanya 5 unit Mi-35 Hind E dengan rudal anti tank AT-9 Spiral 2 akan membuat kekuatan Indonesia semakin diperhitungkan. Tercatat hanya Singapura yang memiliki kekuatan Heli Serang yang jauh lebih gahar dari Indonesia. Dibandingkan Thailand dan Malaysia, saya rasa heli serang Indonesia masih lebih baik. Namun ada baiknya juga Indonesia tidak hanya dilengkapi dengan Mi-35, tetapi juga dilengkapi heli serang yang memang benar-benar heli serang murni di masa yang akan datang. Semuanya itu untuk memastikan setiap jengkal wilayang kedaulatan Indonesia terlindungi.





Sumber : Analisis

Kopassus Berencana Membeli Anjing Pelacak Jejak

Rabu, 17 Oktober 2012
Illustration
JAKARTA-(IDB) : TNI Angkatan Darat (AD) berencana membeli 17 ekor anjing untuk menunjang kinerja mereka. Anjing pelacak dengan kemampuan tinggi ini akan digunakan oleh satuan elite Kopassus TNI AD.

Namun TNI AD harus menyesuaikan rencana pembelian 17 anjing ini dengan anggaran yang ada. Mereka juga tak mau memaksa.

"Kalau misal ada anggaran kami menyesuaikan," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/10).

Pramono mengungkapkan untuk satu ekor anjing anggaran yang disediakan sebesar USD 6.000 (sekitar 57 juta). Artinya bila TNI AD berencana membeli 17 ekor anjing maka anggaran yang dibutuhkan adalah USD 102.000 dolar atau sekitar Rp 1 miliar.

"USD 6.000 untuk satu anjing," kata dia.

Menurut Pramono harga USD 6.000 per ekor anjing tidak termasuk ongkos perawatan. Sedianya anjing yang akan dibeli TNI AD bakal digunakan untuk melengkapi pasukan khusus TNI AD (Kopassus). Perawatan anjing, imbuh Pramono juga akan diserahkan pada Kopassus.

Saat ini satuan anjing yang dimiliki Kopassus berfungsi sebagai pelacak jejak sekaligus penyerang bila terjadi kejahatan.

Selain berencana membeli anjing pelacak, TNI AD juga berniat membeli sejumlah helikopter Apache. Namun, lantaran harganya mahal, TNI AD akan lebih mengutamakan peruntukan anggaran pada keperluan yang lebih penting dan mendesak.




Sumber : BeritaSatu
 

Gossip Selebrities Copyright © 2011-2012 Supported by: cara membuat blog | Powered by Blogger